Terobosan Besar! Jamu Diakui UNESCO Sebagai Kekayaan Tidak Benda
JEJAKVIRAL - Jamu sebagai minuman tradisional nusantara kini bisa menjembatani antara tradisi dan inovasi dalam menjawab kebutuhan di tingkat nasional dan global.
Dari sejarahnya, jamu muncul dan dipakai bahkan sebelum masa pra sejarah. Karena jamu merupakan masa depan budaya bangsa Indonesia hingga masa depan.
"Untuk menempatkan jamu ke tempat terhormat sudah menuai beberapa keberhasilan, ada terobosan yang berhasil dari perlakuan UNESCO bahwa jamu diakui sebagai kekayaan tidak benda. Ini merupakan langkah awal kebangkitan bahwa jamu bukan hanya pada tataran nasional tapi juga tataran global," papar Mayjen (Purnawirawan) Dr Daniel Tjen Sp.S dari Dewan Jamu Indonesia seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Kamis (20/3/2025).
Menurutnya, ketika bicara Jamu, memiliki definisi yang sangat beragam. Dari sejarahnya, jamu merupakan warisan ibu-ibu kepada anak-anaknya kemudian dimanfaatkan tetangganya.
"Karena kebudayaan kita lebih banyak lisan sehingga banyak yang tidak terekam dalam catatan buku tentang tradisi yang sebenarnya sebagai salah satu aset budaya kita yang sangat besar dan diakui dunia," ujarnya
Namun demikian, lanjut Dr Daniel Tjen, ada jejak sejarah tentang jamu di candi Borobudur, Jawa Tengah.
Di candi Borobudur itu ada daun kalpataru. Pohon kalpataru itu telah digunakan bukan hanya di negara kita, tapi juga negara lain untuk dimanfaatkan umat manusia.
Dan pada sisi kalpataru, terdapat orang yang melakukan massage atau pijat dan di sisi yang sebelah ada lagi orang yang sedang membuat ramuan-ramuan.
Di situ kemudian kalau kita lihat jamu yang kita kenal saat ini merupakan yang merupakan ramuan ramuan yang memang berasal dari tanaman herbal.
"Tapi sebenarnya kekayaan kita tidak hanya di herbal karena kita kaya akan flora dan fauna yang sudah digunakan secara turun-temurun," jelasnya.
Dan kalau dilihat komponen jamu ada bahan alami yang sangat luar biasa dan diketahui bahwa hingga saat ini kita mencatat ada 40.000 jenis tanaman yang telah dibuktikan potensial untuk dijadikan bahan baku alami obat-obatan dan ramuan yang lain.
"Dan 30 ribu di antaranya terdapat di Indonesia itu yang dijelaskan mengapa nusantara juga sangat kaya dengan nilai yang unik," katanya
Dr Daniel Tjen mengungkapkan definisi
jamu yang berasal dari kata jampi dan usodo. Walaupun jamu memiliki terminologi berbeda di beberapa daerah di Indonesia.
Yang menarik, sambungnya, jamu menjadi sangat istimewa di jaman kerajaan dan kesultanan jaman dahulu.
"Jamu itu berasal dari kata jampi dan usodo. Jampi itu doa dan usodo itu wellness. Jamu mengandung dua komponen. Komponen pertama adalah ramuan-ramuan untuk wellnessnya, kedua diterapkan untuk kesehatan dan kebugaran manusia," jelasnya.
Jamu juga sangat erat berkaitan dengan kerajaan dan kesultanan sebelum adanya negara merdeka Indonesia.
Dikatakannya, ada satu terminologi yang diberikan oleh sultan dan raja ketika mengundang tamunya ke kerajaan akan memberikan tamunya yang terbaik dimiliki.
"Jadi menjamu adalah terminologi yang sangat agung nilainya karena diberikan oleh raja atau sultan kepada tamunya. sehingga istilah menjamu. Jadi dalam rangka wellness tourism yang membuat jadi kuat dan menjadi daerah destinasi wisata,"
Lebih lanjut disebutkan, jamu ini menjadi pilar untuk kita kembangkan secara global sebab potensi jamu adalah ruang yang sangat lebar.
"Jamu harus kita manfaatkan dan untuk memanfaatkan itu tentu harus kita libatkan semua pihak jangan ada satu sektor pun yang tertinggal," tandasnya.