Skip to main content
x

Tellu Sulapa Eppa, Filosofi Spa Bugis, ini Maknanya!

JEJAKVIRAL - Setiap tradisi budaya kesehatan dan kebugaran etnik nusantara pasti ada filosofi yang mendasarinya.

Dan filosofi ini terkait dengan manusia yang berhubungan langsung dengan alam sekitarnya.

Hal ini diungkapkan Prof Dr Pawennari Hijjang, Dosen Antropologi di Fisip Universitas Hasanuddin Makassar seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Selasa (2/9/2025).

Ketika bicara spa Bugis,  ada filosofi orang  Bugis terkait dengan tradisi kesehatan dan kebugaran, yakni "Tellu Sulapa Eppa".

"Dalam Tellu Sulapa Eppa itu ada harmonisasi. Pertama, ada 4 unsur dasar kejadian manusia," terangnya.

Kedua, lanjutnya, ada empat kualitas alam sekitar manusia.

Ketiga,  ada 4 substansi cairan yang menyusun tubuh manusia.

"Bagaimana kalau ada unsur dominan dalam tubuh, tentu ada efek-efek yang muncul yang harus diatasi dengan cara khas daerah-daerah tertentu," katanya.

Maka, lanjutnya, dengan ketiga komponen itu, orang menjadi sehat. 

"Dengan kerja sama yang harmonis dari ketiga komponen ini, maka orang menjadi sehat," tegasnya lagi.

Filosofi spa Bugis, menurutnya, berada pada keseimbangan dan harmoni antara  empat unsur dasar kejadian manusia, empat kualitas alam sekitar manusia dan empat cairan yang menyusun tubuh manusia.

"Nah di situlah orang Bugis yang selalu merekonstruksi sebuah produk lokal bermaterial bahan-bahan lokal untuk mengatasi masalah kulit, kecantikan dan tentu saja berpengaruh pada penampilan. Inilah filosofi spa orang Bugis," paparnya.

Dalam filosofi Bugis, Tellu Sulapan Epa adalah sebuah pondasi asal kejadian manusia. 

"Ada warna merah yang menyimbolkan  api, tanah, air, angin dalam tubuh manusia. Watak orang yang suka marah tanpa motivasi tertentu, adalah mengikuti sifat api," jelasnya.

Sementara orang yang memiliki sifat rendah diri, tersinggung perasaannya tapi tidak menyebabkan cepat marah, itu mengikuti sifat tanah.

Orang yang memiliki sifat angin itu menandakan orang yang tidak memiliki pendirian atau tidak memiliki sifat tegas.

"Keputusannya tergantung pada orang banyak," tambahnya.

Sedangkan, orang yang memiliki sifat air, dapat menyesuaikan dengan lingkungannya.

"Namun sifat ini juga dipandang tidak konsisten. Karena keputusannya tergantung di mana dia berada," tandasnya.