Skip to main content
x

Produk Lokal khas Bugis untuk Perawatan Kesehatan dan Kecantikan

JEJAKVIRAL - Kementerian Pariwisata sudah gencar-gencarnya mempromosikan spa tradisional atau spa wellness sebagai potensi pariwisata dan pengembangan ekonomi kreatif.

"Kalau ini dikelola secara profesional maka republik ini dengan pelaku-pelaku masih tetap mempromosikan, menggunakan, mempraktikkan, perawatan tubuh secara tradisional  dengan menggunakan bahan-bahan tradisional maka itu akan berpotensi menjadi sumber pendapatan negara," terang Prof Dr Pawennari Hijjang, Dosen Antropologi di Fisip Universitas Hasanuddin Makassar seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Kamis (26/6/2025).

Dengan demikian, ujarnya,  lapangan kerja juga akan terbuka luas.

"Nah bagaimana anak menjaga tradisi tentu saja harus ada riset berkaitan dengan rempah dan pembuatan wewangian untuk spa. itu bisa dilakukan sepanjang di kepulauan nusantara," paparnya.

Tak hanya itu, tegas Prof Dr Pawennari Hijjang,  berbagai ajang dan kontes kecantikan dan perawatan tubuh tradisional untuk menjaga tradisi ini harus tetap terjaga keberlanjutannya dan tidak boleh terputus

"Misalnya pergantian pemimpin terputus, sehingga ini tidak boleh. Ini harus ada karena merupakan bagian dari kehidupan manusia," tandasnya.

Terkait dengan spa Bugis, Prof Pawennari Hijang mengatakan bahwa ada filosofi orang  Bugis terkait dengan tradisi kesehatan dan kebugaran, yakni "Tellu Sulapa Eppa".

"Dalam Tellu Sulapa Eppa itu ada harmonisasi. Ada 4 unsur dasar kejadian manusia," terangnya.

Kemudian, lanjutnya, ada empat kualitas alam sekitar manusia dan ada 4 substansi cairan yang menyusun tubuh manusia.

Nah di situlah orang Bugis belajar bagaimana mengkonstruksi sebuah produk lokal bermaterial bahan-bahan lokal khas Bugis yang bisa digunakan oleh gadis-gadis Bugis masa lalu masa kini dan tentu masa akan datang.

"Produk-produk itu dimanfaatkan untuk tetap menjaga keawetan untuk kulit, kecantikan tubuh dan lain sebagainya," tambahnya.