Ini Negara-negara yang Sudah Menerima Ekspor Jamu Asli Indonesia
JEJAKVIRAL- Jamu hasil kekayaan warisan leluhur Nusantara ternyata sudah diakui banyak negara sebagai pencegah, penyembuh dan mengobati penyakit.
Hal ini diungkapkan Wakil Ketua GP Jamu Thomas Hartono seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Sabtu (5/4/2025).
"Industri jamu, rempah dan minyak atsiri menjadi kesatuan dari produk kesehatan dan juga merupakan kumpulan dari wellness and health tourism Indonesia," jelas Thomas.
Dia kembali mengingatkan di masa pandemi Corona. Di mana dunia sangat terpukul oleh Corona dengan bukti-bukti yang sudah dikumpulkan.
"Di China yang merupakan sumber dari corona itu sendiri pertumbuhan ekonominya turun hingga 5,2%," katanya.
Dampaknya, iPhone stop produksi, Xiaomi rugi besar, Alibaba rugi besar, penerbangan tutup operasi, otomotif stop produksi, mall tutup, pariwisata juga tutup.
Begitu pun di negara-negara lainnya, seperti Jepang, Korea Selatan, merambat ke Italia, Iran dan negara Saudi Arabia, hampir semua terdampak, termasuk memukul perekonomian Indonesia.
Di Indonesia sektor pariwisata, penerbangan, pengusaha UMKM itu semuanya juga terkena imbasnya.
Yang bisa bertahan itu, lanjutnya, hanya di produksi makanan dan kesehatan juga online bisnis yang memang sangat dibutuhkan.
"GP Jamu ingin meletakkan bahwa di dalam jamu itu ada beberapa kategori yang sudah dicanangkan oleh BPOM dan itu harus kita turuti dan jalankan sebelum kita menuju ke ekspor," terang Thomas.
Jadi, sambungnya, kategori jamu itu sesuai peraturan BPOM menjadi tiga. Pertama, jamu yang merupakan warisan dari leluhur.
"Karena itu sudah menjadi kebudayaan di Indonesia dan akan tetap dipertahankan dengan registrasi jamu," ujarnya.
Lalu ada lagi ditingkatkan menjadi Obat Herbal Tersandar (OHT) dimana ini sudah lebih menjadi jamu yang berstandar atau istilahnya obat herbal standar.
"Ini sudah bisa menyangkut juga di dalamnya ada vitamin dan lain-lain," tambahnya.
Ketiga itu adalah Jamu fitofarmaka. Jamu ini yang dikembangkan secara Scientific dan bisa mengklaim nantinya menjadi mencegah menyembuhkan dan mengobati.
Namun demikian, kata Thomas, Fitofarmaka ini membutuhkan sesuatu proses biaya yang besar dan proses yang panjang.
Bisa satu sampai dua tahun dan apabila berhasil maka hasilnya juga bisa difungsikan secara umum ke dunia.
"Dari OHT dan Fitofarmaka inilah yang saya mau jelaskan anggota-anggota kami sudah bisa expor ke mancanegara. Karena setelah di tes di negara masing-masing sudah bisa diakui oleh negara tertentu, terutama di Asia Afrika Timur Tengah dan Amerika latin," terangnya.
Sementara untuk pasar Eropa dan Amerika membutuhkan waktu yang lebih lanjut ke arah obat.