Skip to main content
x

Bocornya Tradisi Kesehatan dan Kebugaran Ethnowllness Kerajaan ke Masyarakat

JEJAKVIRAL- Manuskrip keraton atau kerajaan menghasilkan sebuah tradisi kesehatan dan kebugaran secara turun temurun.

Tradisi ini juga beredar di masyarakat. Tentu saja masyarakat bisa mengetahui adanya tradisi ini lantaran rahasia tersebut bocor ke tengah masyarakat.

"Manuskrip dari keraton atau kerajaan itu ada filosofinya bahwa untuk memimpin harus sehat, bugar dan perkasa," ungkap Antropolog Dr Jajang Gunawijaya seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Jumat (25/4/2025).

Dikatakan Jajang, keraton atau kerajaan menjadi  sumber dari ethnowellness  menjadi sebuah peradaban pada suatu suku bangsa.

"Di sisi sungai Brantas sebagai pusat kerajaan, nenek moyang terakhir dan sungai Citarum unggul dan sistem pemerintahan masyarakat perdagangan maka ada jasa-jasa di sekitar perdagangan," jelas Jajang.

 Lalu ada organisasi yang memungut pajak dan peradaban pada masyarakat. Semacam itu tentu harus ada organisasi kekuasaan yang bisa menjaga irigasi, yang bisa menjaga perdagangan.

"Tidak hanya pertanian, tapi juga masyarakat pesisir. Ada spesialisasi kerja, ada surplus maka ada perdagangan. Karena ada perdagangan, ada jasa di perdagangan," tambahnya.

Kemudian  ada organisasi yang memungut pajak atau retribusi.  Ada namanya kaum santai yang menikmati surplus produksi yang membuat aturan kebudayaan dan peradaban.

Pada masyarakat semacam itu maka ada  organisasi kekuasaan yang bisa menjaga irigasi, perdagangan, juga kemaritiman.

"Intinya ada surplus yang diperdagangkan ada surplus yang diperdagangkan, maka organisasi seperti itu kita sebut kerajaan," tambah Jajang.

Kelompok kaum santai ini merupakan aristokrat yang tidak bekerja dengan menggunakan fisik, tapi dia menggunakan otak, menggunakan cita rasanya, sehingga menciptakan sesuatu.

"Adanya  kerajaan tentu saja berbasis pada perdagangan,  ada spesialisasi kerja dan ini merupakan pusat pemerintahan lokal atau kerajaan atau ada peran aristokrat," terangnya.

Kerajaan inilah  tentu dia hidup dari pajak, hidup  tanah yang  banyak. 

"Kita   mengacu pada teori kekuasaan Tuhan bahwa alam semesta adalah milik Tuhan. Nah kenapa milik Tuhan? Ta memang karena ciptaan Tuhan. Tapi Tuhan tidak langsung mengurus, maka  yang diutus oleh Tuhan itu adalah wakil-wakil Tuhan, yakni  raja, keluarganya dan keturunan-keturunannya," papar Jajang.

 

 

Daerah