Batangeh Tradisi Kuno, Lokal Wisdom Memanfaatkan Tumbuh-tumbuhan dari Alam Minangkabau
JEJAKVIRAL - Batangeh merupakan salah satu tradisi dari masyarakat suku Minang sejak zaman dahulu.
"Sejak itu sudah ada tradisi wellness untuk hidup seimbang antara fisik, jasmani dan rohani, serta kesehatan tentunya," ujar aktivis perempuan Halida Hatta seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Sabtu (19/4/2025).
Dikatakan Halida Hatta, wellness yang dikaitkan dengan Batangeh itu lebih kepada alternatif atau cara pengobatan tradisi di mana menggunakan tumbuh-tumbuhan yang ada di hutan.
"Jadi kalau di Skandinavia atau di Jepang itu ada namanya mandi uap atau menceburkan diri atau berendam di air yang mengandung belerang dan berasal dari alam," jelasnya.
Tapi, lanjut Halida Hatta, Batangeh di Sumbar pada dasarnya respon dari masyarakat atau orang tradisi kuno, lokal wisdom atau kearifan lokal yang memanfaatkan tumbuh-tumbuhan yang ada di kehidupan dari alam Minangkabau.
"Dari penelitian banyak mengenai tumbuh-tumbuhan, ada tradisi masyarakat Minang zaman dahulu dan juga pengembangan dari pengobatan keluarga, kesehatan keluarga dengan tumbuh-tumbuhan," tandasnya.
Sementara itu, Guru Besar di Universitas Andalas, Prof Amri Bachtiar mengatakan bahwa dalam kehidupan adat masyarakat Minangkabau tak lepas dari tradisi menanam tanaman sebagai aromaterapi dan obat-obatan di sekitar rumah.
Mereka memanfaatkan tanaman yang ditanam di sekeliling rumah tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, tradisi menanam tanaman aromaterapi dan obat-obatan itu merupakan salah satu dari adat Minangkabau dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.
"Jadi di Minangkabau ini ada namanya tradisi Batangeh. Yang jadi pertanyaan, sejak kapan masyarakat melaksanakan tradisi pengobatan atau ritual batangeh ini," jelas Prof Amri.