Ternyata, Akupuntur dapat Mendukung Terapi Stemcell dalam Menyembuhkan Cancer Hati dan Gangguan Otak
JEJAKVIRAL - Praktik akupuntur tidak hanya untuk membantu mengatasi stres, nyeri kronis, dan masalah tidak tidur.
Akupuntur juga disebut-sebut dapat membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan energi.
Ternyata lebih dari itu dapat mendukung terapi Stemcell.
"Sebab pada saat dilakukan akupuntur terjadi tiga komponen," ujar dr Aulya Novaldi Pratomo, dokter umum seperti dikutip dari akun Instagram Etnaprana Wellness Clinic (EWC) pada Kamis (22/1/2026).
Tiga komponen tersebut di antaranya:
Pertama adalah mekanisme lokal. Di mana terjadi pembentukan sel-sel dan jaringan baru di sekitar lokasi jarum yang ditusukkan.
"Dan itu pada saat diberikan terapi, sel-sel sudah beredar dalam darah sangat mudah masuk ke dalam jaringan yang ditusukkan.
"Dan itu juga sudah menyembuhkan lokasinya," ujarnya.
Kedua, ada mekanisme jauh yang disebut dengan mekanisme segmental.
Dia mencontohkan di daerah kaki, kita menggunakan titik-titik untuk kelainan di daerah perut.
Sehingga bisa membantu pada pasien-pasien yang mengalami keluhan atau kelainan di dalam perut.
"Misalnya pada pasien yang mengalami cancer hati, pada saat kita menusukkan di titik jauh di kaki, itu dapat mengirimkan sinyal ke liver ke hati," jelasnya.
Dengan demikian, lanjutnya, terjadi perbaikan di hati. Sebab, pada saat terapi sel diberikan, terapi sel yang sudah beredar di dalam darah, bisa dengan mudah masuk ke dalam liver ke dalam hati dan menyembuhkan jaringan hati.
Ketiga, mekanisme sentral atau mekanisme pusat. Mekanisme ini langsung bekerja di dalam otak.
"Itu sebabnya, pada saat kita tusukkan pada pasien yang mengalami keluhan di bagian otak, Parkinson atau pada pasien-pasien yang mengalami demensia yang berat sekali atau alzheimer, itu sangat mungkin terjadi penyembuhan yang lebih cepat dan lebih baik," paparnya.
Karena, sambungnya, pada saat kita menusukkan titik jauh atau titik ke daerah kepala terjadi mekanisme sentral.
Di mana pada otak akan terjadi pelebaran pembuluh darah dan terjadi perbaikan dari sirkulasi di dalam otak.
"Terapi sel yang sudah masuk ke dalam darah sangat mudah mem-penetrasi ke dalam jaringan otaknya," tegasnya.