Skip to main content
x

Pelatihan Sertifikasi SDM dan Usaha Sangat Penting dalam Membangun Ekosistem Etnaprana Wellness Betawi

JEJAKVIRAL - Untuk mendukung upaya mengenalkan budaya kesehatan dan kebugaran khas Betawi ke seluruh penjuru dunia harus memiliki syarat.

Di antaranya profesi SDM dan pengusahanya wajib memiliki sertifikasi harus benar-benar diperhatikan.

"Pelatihan sertifikasi Etnaprana Wellness serta sertifikasi usaha sangat penting dalam membangun ekosistem Etnaprana Wellness Betawi," papar Ketua Umum Indonesia Wellness Spa Association (IWSPA), Yulia Himawati pada Selasa (18/11/2025).

Dalam melestarikan Budaya kesehatan dan kebugaran Betawi, selain harus memahami filosofinya, juga dibutuhkan   validasi dari sisi medis kedokteran herbal juga. 

"Ternyata Etnaprana Indonesia ini sudah banyak negara luar yang mengakuinya. Karena itu selain SDM, penting juga pengusaha wellness Betawi untuk mensertifikasikan usahanya," papar Yulia.

Yulia mengingatkan bahwa untuk mencapai tujuan itu  orang Betawi harus bisa memahami ilmunya melalui pelatihan, pendidikan dan mendapatkan sertifikasi profesi.

SDM di Jakarta ini, sambung Yulia, mau nggak mau harus banyak belajar, termasuk mengikuti pelatihan untuk mencapai tujuan Jakarta sebagai Kota Wellness dunia atau Asia Tenggara pada HUT 5 abad  Jakarta.

"Kalau orang-orang Jakartanya sendiri  tidak ingin belajar memahami  apa sih filosofi Betawi, budayanya lama-lama hilang. Sebuah bangsa kalau budayanya tidak bisa dirawat akan hilang," jelas Yulia.

Mengapa bisa hilang? Karena  terjadi berbagai akulturasi dari berbagai bangsa-bangsa yang lain.

"Peranan perempuan-perempuan Betawi itu penting dalam merawat dan melestarikan budaya Betawi.  Jangan sampai nanti orang datang ke Jakarta tapi budaya Betawi tidak ada," katanya.

Yulia mengisahkan bagaimana perjuangan dalam melestarikan budaya-budaya kesehatan dan kebugaran nusantara hingga ada 15 etnaprana yang sudah ditemukenali 

"Kebetulan kami dari asosiasi wellness dengan founder Board of ETNA Dra Agnes Lourda Hutagalung dari  tahun 2002 selama  5 tahun berkeliling dunia mempelajari budaya kesehatan dari bangsa lain. Mulai dari China, Eropa dan berbagai negara lainnya," papar Yulia.

Begitu  kembali ke Indonesia, lanjut Yulia, beliau berpikir Indonesia juga kaya akan wellnessnya. 

"Kemudian dikumpulkan lah teman-teman beliau yang menjadi master budaya Indonesia. Kalau dari Betawi ada Yoyoh Rohmah Tambera, ada Cucu Sulaicha dan  Ibu Vivid  Sambas yang  baru 5 tahun terakhir ini bergabung," tandasnya.

 

 

Daerah