Skip to main content
x

Mengenalkan Rempah-rempah Nusantara Melalui Destinasi Wisata Wellness

JEJAKVIRAL- Salah satu paket wisata yang bisa menarik perhatian wisatawan mancanegara adalah dengan mengenalkan rempah-rempah khas nusantara.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Bidang Wisata Domestik DPP Asssoviation of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Drs Sidik Widjanarko seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Sabtu (26/4/2025).

"Jadi kami lebih  untuk mengenalkan  pariwisata Indonesia melalui kekayaan rempah-rempah," jelas Sidik.

Fungsi dari ASITA itu sendiri, menurut Sidik, akan menjadikan etalase-etalase pariwisata yang ada di Indonesia di nusantara.

 "Di mulai berbagai macam budaya wisata dan sebagainya itu adalah etalase-etalase di dunia pariwisata nusantara yang perlu dikemas dengan baik," kata Sidik.

Nah, apa sih tugas dari ASITA ?

Menurut Sidik, organisasi ini merupakan kumpulan dari para pelaku wisata khususnya di bidang tour and travel.

"Kita ingin mengemas menjadi satu paket wisata. Jadi termasuk ethnowellness spa kita jadikan satu paket dengan kegiatan-kegiatan wisata sehingga  kolaborasi yang bagus sekali dari para pelaku pariwisata Indonesia dari dunia destinasi sampai dengan kegiatan aktivitas  wisata," paparnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, ASITA membuka tangan selebar-lebarnya untuk bisa berkolaborasi bersama dengan berbagai pihak.

"Kita diajak ikut di dalamnya bagaimana kita bisa mengemas ethnowllness ini menjadi sebuah paket yang menarik. Karena pada prinsipnya, pariwisata ini adalah  memberikan kenikmatan dan  kebugaran dari panca indra kita," urai Sidik.

Kesehatan dan kebugaran itu, ungkapnya, mulai dari mata, hidung, mulut, telinga sampai perasa.

"Bagaimana kebugaran ini terlahir dari kegiatan aktivitas wisata diakhiri dengan kebugaran melalui spa wellness," tambahnya.

 Lalu, apa sih wisata itu? 

Dikatakan Sidik bahwa wisata itu terdiri dari berbagai macam. Ada wisata bahari, wisata budaya,  pertanian, berburu, religi, alam, refleksi sejarah, pendidikan wisata minat khusus, wisata kuliner dan wisata belanja.

"Nah kalau kita bicara wellness  maka kita akan lebih dekat dengan wisata budaya, alam dan mungkin sejarah," katanya.

 Apalagi,  Indonesia ini dikenal karena rempah-rempahnya maka ASITA akan lebih fokuskan pada rempah-rempah.

"Bagaimana Indonesia rempah-rempah dikirim semua ke Eropa.  350 tahun  harus mengalami masa penjajahan karena rempah-rempah kita. Nah bagaimana rempah-rempah kita ini menjadi sebuah potensi wisata," jelasnya.

Oleh karena itu, sambungnya, pihaknya  nanti akan lebih ke hal budaya  bagaimana melestarikan budaya. Sehingga  budaya ini bisa kita kemas jadi satu paket dengan spa wellness.

Bagaimana sih daya tarik wisata itu?

Menurut Sidik,  segala sesuatu yang memiliki keunggulan, keindahan dan sebagainya.

"Kemudian bagaimana something to see, something to do dan something to buy. Wisata tanpa beli-beli masih kurang lengkap," ujarnya.

Ditambahkan Sidik, bagaimana  wisata ini cuma sepaketnya yang terakhir dengan berbelanja dan dikemas penyegaran tubuh kebugaran tubuh melalui aktivitas spa.

"

Daerah