Skip to main content
x

Jakarta Harus Jadi Pusat Wellness Kelas Dunia, Board of ETNA Kolaborasi Pasarkan Etnaprana Betawi

JEJAKVIRAL - Jakarta sudah saatnya menjadi pusat Etnaprana Nusantara kelas dunia, minimal di Asia Tenggara.

Apalagi, semua turis mancanegara sebelum menuju destinasi-destinasi wisata di berbagai daerah, bermula dari Jakarta.

Optimisme ini disampaikan trainer sekaligus assesor Spa Wellness Yoyoh Rohmah Tambera dalam Forum Group Discussion (FGD) di event Jakarta Walking Tour Festival (JWTF) pada Rabu (12/11/2025).

Nah, untuk mewujudkan itu, menurut Yoyoh, Jakarta harus mengeksplor seluruh aspek kebudayaan Betawi, terutama spa wellnessnya.

 

"Dulu anak saya selalu bilang Betawi itu norak ya. Sampai pada suatu hari ketika ingin menikah ke pelaminan, anaknya sempat nolak berbusana  pengantin Betawi. Mama enggak mau ah norak," kenang Yoyoh. 

Namun, setelah dipertemukan dengan tokoh-tokoh yang berada di Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), sang anak baru paham kalau budaya Betawi tidak seperti yang dinilainya.

"Di LKB  ada Babeh Andi Yahya Saputra, ada Cucu Sulaicha,   Haji Tatang,  Hajjah  Annisa  dan lain sebagainya. Bahkan juga dari kalangan terpelajar seperti Husni Thamrin,  Ismail Marzuki. Mereka itu adalah tokoh-tokoh Betawi yang luar biasa.

Masyarakat Betawi, menurut Yoyoh, sangat egaliter. Sangat terbuka dengan penduduk baru. 

"Makanya di Betawi terjadi asimilasi, semua kebudayaan dari berbagai suku bangsa menjadi satu," tambahnya.

Yoyoh mengungkapkan bahwa tradisi Betawi juga dimanfaatkannya ketika anaknya hendak menikah.

"Jadi "dipiare". Dipiare itu betul-betul sinyal perawannya kuat. Jadi kalau misalnya punya calon, piare deh, nanti perawannya kuat. Dipingit, diboreh terus, pijit pulen legit," ungkap Yoyoh.

Tradisi piare itu bermanfaat ketika pengantin naik pelaminan hingga malam pertama.

"Dari aroma tubuhnya menjadi wangi. Tidak tercium bau tak sedap. Kemudian make up-nya khusus rias pengantin merekat, membuat wajah bercahaya," terangnya sambil menunjukan foto dirinya bersama sang anak yang berbusana pengantin Betawi.

Jadi, lanjut Yoyoh, apa yang disebut dengan Betawi itu norak, tapi kalau dikemas dengan sebaik-baiknya, secantik-cantiknya dari semua aspek, maka menghasilkan tradisi budaya yang luar biasa.

"Mulai dari budayanya, aromaterapinya, untuk terapisnya sendiri juga harus yang kompeten," tambah Yoyoh.

Yoyoh berharap bahwa sudah saatnya bagaimana kebudayaan Betawi ini dikenal secara luas.

Tidak hanya oleh masyarakat Indonesia saja terutama yang tinggal di Jakarta, tapi harus mendunia. Dan Jakarta harus menjadi sentral Etnaprana Nusantara.

"Jadi bukan hanya Bali massage saja yang dikenal di mancanegara. Tapi semua Etnaprana dari berbagai suku bangsa di Indonesia," tegasnya.

Untuk saat ini, menurut Yoyoh, ada dua pusat pengembangan Etnaprana Betawi.

"Ada kantor  Lembaga Kebudayaan Betawi yang pusatnya berada   di jalan  Rasuna Said. Ada  Situ Babakan di Jagakarsa. Di Situ Babakan  ada rumah khas Betawi, kuliner khas Betawi, dan banyak lainnya," terang Yoyoh.

Dengan demikian, sambungnya , budaya Betawi yang sudah berjalan selama hampir 500 tahun harus tetap eksis dan bahkan menjadi pusat wellness kelas dunia.

"Bagaimana setuju nggak yang akan menjadi pusat branding kelas dunia. Bagaimana menjadikan Jakarta sebagai kota wellness di Asia Tenggara. Bayangkan loh kita semua bercita-cita sebesar itu ya terus meningkatkan kunjungan wisata dunia ke Jakarta," papar Yoyoh.

Karena itu, Yoyoh mengajak kerjasama dengan semua stakeholder untuk mewujudkan Jakarta sebagai Kota Wellness dunia.

Termasuk kerjasama dengan agen-agen travel. Bagaimana dengan pemasaran paket-paket healing journey ala Betawi. 

"Dalam Board of Etnaprana ini kita saling bekerja sama. Kita bikin paket untuk kegiatan wisatawan datang ke Jakarta. Jadi jangan cuma Bali aja yang dikenal. Kita juga bisa bikin paket wisata Jakarta-Bogor,Jakarta-Bandung, Jakarta-Bali, Jakarta-Toraja dan sebagainya.   Tapi pusatnya Jakarta, mereka biar kenal dulu," tandas Yoyoh .

 

Daerah