Selain Dikenal Sebagai Pelaut, Suku Bugis Miliki Etnaprana yang Tak Kalah dengan India
JEJAKVIRAL - Ketika bicara tentang lagu masa kecil "nenek moyangku sebagai pelaut", Suku Bugis secara turun temurun dikenal dengan sebutan itu.
Ya, mereka memiliki tradisi melaut sebagai salah satu kebudayaan mereka sekaligus berdagang ke wilayah atau kepulauan lain.
"Selain sebagai pelaut, Suku Bugis juga memiliki etnaprana yang sudah dikenal sejak lama," papar trainer spa wellness Yoyoh Rohmah Tambera dalam webinar Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF) yang digelar pada pekan lalu.
Diungkapkan Yoyoh, filosofi hidup orang Bugis bertolak dari pengetahuan yang terkandung dalam lontarak.
"Prinsip dalam lontarak ditemukan itu berada pada dari tiga macam komponen yang disebut dengan istilah "Telu Sulapa Epa"," ungkap Yoyoh .
Istilah tersebut, sambung Yoyoh, artinya tiga-segi-empat.
Berikut maksud dari hal tersebut; pertama, kehidupan manusia tersusun dari zat-zat ke-4 unsur dasar kejadian manusia yaitu tanah, air, api dan angin.
Kedua, terdapat 4 kualitas alam sekitar manusia yaitu panas, dingin, kering dan lembap.
"Orang Bugis menyebut empat kualitas ini dengan istilah "hawa"," imbuhnya.
Ketiga, terdapat 4 substansi cairan 4 substansi cairan yang menyusun tubuh manusia yaitu cairan darah.
"Cairan ini mempunyai hawa panas dan lembap," ujar Yoyoh.
Kemudian, lanjut Yoyoh, ada cairan bolok atau lendir.
"Cairan ini mempunyai hawa panas dan kering," tambahnya.
Lalu ada cairan bolokunyi atau empedua kuning.
"Cairan ini mempunyai mempunyai hewan dingin," ungkapnya.
Terakhir, essung atau empedu hitam, cairan yang mempunyai hawa dingin dan lembab.
Ketika bicara tentang budaya Kesehatan dan Kebugaran Bugis ini, menurut Yoyoh tidak kalah dengan negara lainnya.
"Dengan filosofi Tellu Sulapa Eppa, kalau kita bicara tentang India dengan apa namanya kecantikan yang luar biasa itu ini mungkin tidak kalah, sangat tidak kalah. Kuta bisa menggali lebih banyak lagi," tandasnya.