Jamu Non Jampi Usodo Memiliki Filosofi Hanya Materi dan Energi yang Digunakan
JEJAKVIRAL - Dalam dunia perjamuan atau minuman herbal khas Nusantara, terbagi menjadi dua. Jamu Usodo dan Jamu Non Usodo.
Jamu Non Usodo ini filosofi yang digunakan hanya materi dan energinya saja.
"Jadi molekul ini merupakan materi dan materi ini mengandung energi. Inilah yang digunakan untuk menghasilkan khasiat," terang Fajar Prasetya, Dewan Jamu Indonesia (DJI) seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Sabtu (26/7/2025).
Khasiat inilah, menurutnya, salah satu protein reseptor yang fungsinya sebagai saluran ion.
"Jadi kalau misalnya kita minum cairan elektrolit itu betul kita memang butuh ion untuk berbagai macam aktivitas tubuh," tambahnya.
Nah di sini pun, lanjutnya, dia membutuhkan tiga materi molekul untuk bisa membuka tutup saluran.
"Artinya, untuk bisa menghasilkan khasiat itu harus ada pergerakan protein di dalam tubuh kita," katanya.
Jadi jamu non jampi usodo itu adalah energi yang kita pakai dari masing-masing molekul kimia yang digunakan.
Energi tersebut dirasakan pada saat kita minum jamu yang dimakan atau mungkin jamu yang dioles.
"Yang kita butuhkan adalah molekul kimianya. Nah molekul kimia tersebut membawa energi. Bahwa setiap molekul kimia yang ini terkandung di dalam jamu maupun obat itu mengandung energi yang bisa kita gunakan," paparnya.
Sementara, yang menggunakan itu adalah bagian-bagian sel-sel tubuh.
"Jadi di dalam molekul kimia itu tersimpan energi potensial yang kita kenal sebagai energi ikatan bebas maupun energi transformasi ikatan," ujarnya.
Energi ini kita bisa hitung dan kita bisa prediksi sehingga kita bisa tahu berapa sih dosis jamu, dosis obat yang harus digunakan untuk bisa menghasilkan efek untuk bisa menghasilkan khasiat, itu bisa diukur.
Nah sehingga nanti sekian gram daun sambiloto dan sebagainya. nah itu kita kita kita bisa tentukan.
"Karena kadang orang bilang jamu itu jelek. Bukan jamu yang jelek mungkin dosisnya yang kurang atau dosisnya terlalu banyak. Kalau dosisnya kurang, maka jamu tadi tidak membuktikan khasiat. Tapi kalau dosisnya terlalu terlalu tinggi pemakaiannya nggak benar. Jadi mengonsumsi jamu pun harus ada koordinat ruang dan waktunya," tandasnya.