Ini Cikal Bakal Lahirnya Etnik Betawi dan Sejarah Budayanya
JEJAKVIRAL -Siapa dan dari manakah asal mula adanya etnis Betawi itu? Hingga kini di tengah masyarakat awam, pertanyaan-pertanyaan tersebut kerap jadi perdebatan.
Ada yang bilang bahwa etnik Betawi itu adalah campuran dari berbagai suku. Ada juga yang menyatakan sebaliknya, etnik Betawi ada dan berdiri sendiri.
Budayawan Betawi, Dr Yahya Andi Saputra seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Minggu (1/6/2025) memaparkan bagaimana masyarakat etnis Betawi dengan budayanya yang khas muncul.
Menurutnya, yang disebut dengan masyarakat etnis Betawi adalah jaman dulunya orang-orang yang menduduki kawasan Bandar, Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia dan kini Jakarta.
Jadi, dikatakan Andi Yahya, sebelum menjadi Sunda Kelapa, kawasan yang dihuni masyarakat Betawi disebut dengan Bandar.
Karena kawasan tersebut dinamis, berdatanganlah para pedagang dari Cina, Arab, Jepang, Eropa dan tempat-tempat lainnya.
"Seorang antropolog mengatakan bahwa etnik Betawi itu asalnya proto Melayu," tambahnya.
Pada masa kekuasaan JP Coen, setelah pembumihangusan kraton Jayakarta pada 1619, dia mendatangkan etnik dan taklukan-taklukan untuk membangun kota yang kemudian namanya Batavia.
"Maka dibangunlah kota Batavia ini dengan mendatangkan macam-macam orang. Baik orang yang sengaja didatangkan para ahli maupun orang-orang yang taklukan karena perang," ungkapnya.
Di sinilah kemudian, sambungnya, banyak orang salah interpretasi bahwa orang Betawi baru ada ketika ada kekuatan dan kekuasaan VOC.
Di mana VOC mendatangkan banyak orang di sini baik dari nusantara maupun dari luar dan mereka hasil yang kawin-kawin gitu.
"Nah ini salah interpretasi. Menurut saya cikal bakal orang Betawi adalah etnik yang dikatakan oleh Deni Lobar sudah ada sejak abad kedua, sejak Kerajaan Salakanegara," paparnya.
Selain itu, lanjutnya, hal ini dilihat dari buku tentang penelusuran sejarah Jawa Barat dan percandian BatuJaya yang mengisahkan masyarakat (Betawi) pada kawasan itu.
Dikatakan Andi Yahya, masyarakat kawasan itu dia tidak masuk dalam kekuasaan.
"Dan itu terus-menerus begitu juga memang pada masa Sunda Pajajaran misalnya, ada kerajaan bawahan yang itu ternyata Kerajaan Melayu Betawi yaitu Tanjung Jaya yang ada di Jakarta Selatan, persis di sisi kali Ciliwung," ucapnya.
Dan itu, menurutnya, menjadi kerajaan di bawah kerajaan Sunda Pajajaran. Sesudah itu memang orang-orang di sini yang kemudian identifikasikan dengan orang Betawi itu berada pada luar lingkaran kekuasaan.
"Dia menyebar ke mana-mana ada yang di Pesisir atau bahari, tengah (populer) atau ada di pinggiran atau masyarakat Betawi agraris," tandasnya.