Skip to main content
x

Destinasi Wisata Kesehatan Ethno Wellness Bakal jadi Daya Pikat Turis Mancanegara Saat ke Indonesia

JEJAKVIRAL.COM - Usaha spa di tanah air terus berkembang. Sayangnya, hanya sedikit pengusaha di bidang spa menggunakan produk asli Indonesia.

Kebanyakan spa-spa yang dipakai para pengusaha kesehatan dan kebugaran itu berasal dari negara-negara asing.

Meski demikian, masih ada beberapa pengusaha spa menambahkan menu buat konsumennya dengan tawaran menarik berupa tradisi kesehatan dan kebugaran asli budaya Indonesia.

Bila spa tradisional ini terus dikenalkan dan dikembangkan, diyakini bakal menyaingi spa-spa  dari budaya negara lain.

Spa tradisional atau ethno wellness sudah masuk dalam perundang-undangan pariwisata sebagai salah satu kekayaan budaya tanah air.

Pakar Spa tradisional atau ethno wellness, Firmansyah mengungkapkan kalau ia menjadi salah satu yang sempat merumuskan ethno spa masuk menjadi bagian undang-undang pariwisata.

Dia mengungkapkan, Kementerian Parekraf, saat itu menyusun undang-undang pariwisata dan spa ethno wellness ini menjadi salah satu yang masuk dalam bidang wisata  yang disusun di Kemenparekraf.

"Saat kita mendalami spa dan aturan-aturan yang ada di dalamnya, kenapa spa itu dari Jepang, India, ada Yoga dari China, Eropa, Thailand. Mana dari Indonesia?" ujar Dewan pengarah Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF) 2023 saat wawancara redaksi pada Selasa (22/3/2023).

Kemudian, dia   bertemu dengan Lourda Hutagalung, salah satu pelaku spa yang konsisten dengan memberdayakan kesehatan dan kebugaran tradisional.

Menurutnya, saat pertemuan itu, pakar kecantikan tersebut menginginkan agar budaya kesehatan Indonesia bisa mendunia.

"Wah ini cocok bener. Kita harus dorong. Dicari dan digali. Indonesia itu punya spa tradisional itu," ungkapnya.

Menurutnya, dengan biaya sendiri, serta kemampuan sendiri, Lourda Hutagalung bersama Prof Jajang  dari UI, mengumpulkan semua budaya-budaya spa tradisional  punyanya Indonesia.

Kemudian, ditemukanlah adanya sembilan ethno spa atau ethno wellness. Yang kemudian saat ini berkembang menjadi 15. 

"Bahkan diperkirakan nanti bisa sampai 20 atau 30 ethno spa yang ditemukan. 

"Namun yang sudah ada SKKNI-nya itu sudah 15 spa tradisional, " tambahnya.

Firmansyah mengatakan, bisa mengumpulkan sebanyak itu melalui para profesor-profesor ahli spa  untuk menggali dan mendalami.

"Saat itu para profesor dan ahli mendapat pertanyaan Indonesia punya apa. Ternyata Indonesia kaya akan budaya asli kerajaan-kerajaan Nusantara," paparnya.

Diperkirakan, para profesor dan para ahli itu akan menemukan banyak lagi spa -spa tradisional lainnya yang berasal dari banyak budaya kerajaan-kerajaan masa lalu.

Menurut Firmansyah, penemuan spa tradisional atau ethno spa ini baru dimulai sejak tahun 2015-2016 lalu.

Firmansyah mengatakan bahwa para ahli dan profesor dan didukung kementerian masih terus menggali kekayaan spa tradisional tersebut.

"Hingga kemudian menjadi ethno wellness itu. Karena wellness itu menjadi bagian dari spa tradisional tersebut," jelasnya.

Saat ini, ungkap Firmansyah, belum semua pengusaha spa menerapkan ethno wellness menjadi bagian dari usaha kesehatan dan kebugaran.

"Oleh sebab itu harus dijalankan melalui Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF) 2023 ini.

Dengan demikian, lanjutnya,  kegiatan ini bisa naik ke tingkat internasional yang melibatkan banyak KBRI-KBRI dari seluruh dunia.

Sehingga, semua pelaku usaha spa ikut mengembangkan ethno wellness menjadi salah satu usaha di bidang kesehatan dan kebugaran tubuh.

"Dengan makin banyaknya para pelaku usaha spa tradisional, maka tradisi kesehatan dan kebugaran asli Indonesia menjadi  destinasi wisata unggulan kepada masyarakat dunia," jelasnya.

Selain itu, untuk meningkatkan kualitas spa ethno wellness dan bisa bersaing dengan spa-spa asing, harus meningkatkan kualitas para terapisnya, sekarang menjadi ETNA (Etnik Nusantara).

"Dalam meningkatkan kualitas ini tak hanya pada terapisnya. Tapi juga pada spa tradisional itu sendiri, ini bukan main kalau mendunia akan menjadi salah satu destinasi wisata kesehatan tradisional unggulan Indonesia," tutupnya.

Ayom

Daerah