Apakah Kamu Mengalami Gangguan Jiwa? Cek Ciri-cirinya!
JEJAKVIRAL - Gangguan mental, juga dikenal sebagai penyakit mental atau gangguan jiwa menjadi ancaman pada seseorang yang bisa menyebabkan masalah jadi komplek.
Semua orang berpotensi mengalami penyakit tersebut ketika tidak bisa mengatasinya sejak dini.
Nah, apa sih yang disebut dengan gangguan mental atau gangguan jiwa?
Gangguan mental merupakan pola perilaku atau pikiran yang tidak biasa dan dapat menyebabkan stres atau gangguan pada fungsi mental dan aktivitas sehari-hari.
Gangguan mental bisa meliputi depresi, kecemasan, skizofrenia, dan gangguan bipolar.
"Pemicunya apa sih? kita harus coba mempelajari apa sih pemicu terjadinya gangguan mental atau dikenal dengan mental health itu apa sih?" papar pakar aromaterapi, Dan SS Maulana Said dalam webinar Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF) 2025.
Menurut Dian, ada tiga faktor sebagai pemicu seseorang mengalami gangguan mental atau penyakit jiwa.
"Rata-rata munculnya gabungan faktor dari internal yaitu hormon kesehatan mental dan juga dari eksternal yaitu lingkungan dan gaya hidup atau urban lifestyle," terang Dian.
Lebih rinci lagi, Dian memaparkan 3 penyebab umum orang mengalami gangguan mental.
Pertama, faktor fisik dan biologis. Ini terjadi karena perubahan hormon.
"Seperti kalau perempuan itu PMS kehamilan, menopause atau pubertas," tambahnya.
Selain itu, dari fisik ini adalah karena kurang tidurnya yang menyebabkan gangguan regulasi dari emosi kita di otak.
"Faktor fisik karena banyak begadang. Pagi yang sudah seharusnya sudah segar tapi kembali bekerja lagi," tambahnya.
Gangguan fisik juga karena kondisi medis. Misalnya dari hipertiroid atau juga hipotiroid diabetes, gangguan saraf ataupun penyakit kronis lainnya.
Kedua faktor psikologis.
Ini adalah stres yang berlebihan. Tekanan pekerjaan yang tidak ada habis-habisnya, tekanan di sekolah terus, masalah keluarga atau yang semakin miris adalah masalah finansial.
Itu menjadi faktor psikologis gangguan kesehatan mental sehingga menjadi pemicunya itu menyebabkan depresi bahkan bisa juga gangguan bipolar.
"Dari gangguan bipolar menjadi borderline personality disorder atau kecemasan yang berlebih dan juga ada karena trauma dan luka emosional yang belum terselesaikan atau kita mengenal dengan inner child, yaitu pengalaman masa lalu yang belum terselesaikan," paparnya.
Ketiga, faktor lingkungan dan gaya hidup. Ini dipicu dari pola makan yang tidak seimbang, gula darah yang naik turun cepat akibat konsumsi gula yang berlebih atau telat makan.
Termasuk kurangnya aktivitas fisik. Seharusnya, paling tidak memiliki rutinitas di olahraga ringan teratur.
"Dengan olahraga ringan dilakukan dia membuat pelepasan hormon endorfin atau hormon bahagianya. Jadi kalau kurang bergerak otomatis akan lebih mudah turun," jelasnya.
Beberapa faktor lingkungan yang bisa memicu gangguan jiwa adalah lingkungan sosial.
"Misalnya di lingkungan sosial ini itu sering terjadi konflik atau kita berada di dalam toxic relationship atau lingkungan yang toksik atau juga kurangnya dukungan dari orang tua," ungkapnya.
Sementara dari faktor gaya hidup ini adalah paparan stimulasi yang berlebih yaitu terlalu lama main gadget juga informasi negatif di media sosial, overloadnya pekerjaan.
"Boleh aja kita bermedsos. Tapi paling tidak, tidak berlebihan sehingga tidak memasuki alam emosional yang berlebihan," tandasnya.