Agar Dapat Pengakuan Internasional, SDM di Bidang Spa Wellness Wajib Memiliki Kompetensi dan Sertifikasi
JEJAKVIRAL - Selain sumber daya alamnya, Indonesia memiliki peluang yang besar dari sumber daya manusia (SDM) untuk bisa bersaing dengan negara lain.
Dengan demikian, SDM yang kita miliki harus memiliki daya saing dengan SDM luar negeri untuk memacu industri di bidang spa wellness.
"Salah satunya, SDM kita harus memiliki kompetensi dan sertifikasi agar diakui oleh dunia luar,," ujar Kunjung Masehat, dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Senin (1/9/2025).
Ditegaskan Kunjung, sejatinya kompetensi dan sertifikasi menjadi salah satu syarat untuk meningkatkan daya saing di semua sektor, terutama di bidang pariwisata.
"Semua harus memiliki kompetensi dan sertifikasi agar dapat penghargaan dari dunia industri," jelas Kunjung.
Ketika bicara tentang wellness ini, sambung Kunjung, ada yang bersifat
internasional dan juga ada kearifan lokal.
"Kalau saya lihat begitu karena misalnya kalau bicara tentang terkait dengan sumber daya, Indonesia banyak mempunyai sumber daya itu," tambahnya.
Karena kompetensi dan sertifikasi ini banyak terkait dengan ketenagakerjaan, maka BNSP akan lebih fokus ke sana.
"Bagaimana peran pemerintah dalam konteks hal kita ini adalah berkaitan dengan kompetensi sekaligus berkaitan dengan sertifikasi. Dengan angka pengangguran yang masih cukup tinggi, spa wellness ini menjadi peluang, agar pengangguran semakin turun dan lapangan kerja terbuka di semua sektor," ujarnya
Dengan membaiknya industri di bidang pariwisata termasuk di bidang spa wellness ini diharapkan menjadi peluang kita untuk menggerakkan tenaga kerja di bidangnya.
"Bagaimana kita bicara tentang competitiveness. Masalah kita terkait dengan kondisi daya saing tenaga kerja. Kalau kita bandingkan kompetitifnya orang kita dengan orang-orang di Asia tenggara saja yang cukup terkenal itu kan Thailand," paparnya
Namun demikian, dia melihat peluang ketika ke luar negeri banyak juga yang promosi tentang Bali.
"Jadi di spa wellness itu Bali. Karena itu daya saing kita mesti dikembangkan. Kita enggak ada istilahnya kalah-kalahnya dengan negara-negara ASEAN terutama Thailand," ucapnya.
Dengan demikian, , lanjutnya, bagaimana meningkatkan kompetitif kerja kita kompetisi yang kita di bidang wellness agar dapat pengakuan, recordnisi terhadap orang-orang yang mempunyai profesi di bidang spa wellness.
"Itu yang paling penting. recordinise. misalnya kompetensinya bagus tidak mendapat pengakuan jadi kita enggak penting juga ini.
Nah recordinise ini, menurutnya, tidak bisa tentang nasional tetapi kita pengennya recordinise internasional.
"Kita juga bisa mendapatkan tenaga kerja yang profesional di bidangnya khususnya di bidang spa wellness bisa bersaing di negara-negara yang sifat Global," urainya